,
Ada sesuatu yang menarik tentang hal-hal yang hadir tanpa banyak suara. Cahaya pagi yang pelan-pelan masuk dari celah tirai, lagu lama yang tiba-tiba terdengar di tempat asing, atau nama seseorang yang muncul di layar pada waktu yang tidak diduga. Hal-hal seperti itu jarang terasa besar ketika terjadi, tapi entah kenapa justru paling lama tinggal di kepala.
Ada nama-nama yang lama-lama menjadi bagian dari keseharian, seperti jam di sudut layar yang hampir tidak pernah sengaja diperhatikan tapi selalu ada. Kadang namanya muncul dan hari terasa sedikit lebih ringan. Tidak harus membawa cerita penting. Kadang hanya beberapa kata, kadang satu sapaan kecil. Rupanya kedekatan memang sering hidup di hal-hal yang hampir tidak punya alasan untuk diingat.
Aku selalu menyukai sesuatu yang datang tanpa diminta. Hujan pertama setelah beberapa hari panas. Sebuah lagu lama yang tiba-tiba diputar di tempat yang tidak kita duga. Seseorang yang mengingat hal kecil tanpa perlu diingatkan. Bukan karena hal-hal itu penting, mungkin justru karena tidak. Ada rasa berbeda ketika sesuatu memilih datang sendiri.
Mungkin itu sebabnya detail-detail kecil sering terasa lebih menarik daripada yang besar. Bukan karena mereka menyimpan makna tertentu, tapi karena mereka membuat hari terasa sedikit lebih bertekstur. Sesuatu yang tadinya biasa saja bisa mendadak terasa menyenangkan hanya karena muncul di waktu yang tepat.
Aku juga mulai menyukai momen-momen ketika hari tidak menawarkan banyak hal. Tidak ada kejadian besar, tidak ada sesuatu yang harus disimpan baik-baik, tidak ada alasan untuk menganggap sebuah sore lebih penting daripada sore lainnya. Hanya waktu yang berjalan pelan, suara-suara kecil di sekitar, dan perasaan bahwa hidup tetap bergerak meskipun tidak selalu memberi kita sesuatu untuk dipahami.
Sepertinya alam jauh lebih santai soal hal semacam itu. Langit tidak merasa perlu menjelaskan kenapa warnanya berbeda setiap sore. Pohon tidak tampak tergesa ketika musim berubah. Bahkan kota punya jam-jam ketika ia seperti mengecilkan volumenya sendiri, lalu beberapa waktu kemudian kembali riuh tanpa pernah menjelaskan apa yang terjadi di antaranya.
Mungkin ia memang lebih mirip pasang laut: ada hari ketika air datang begitu dekat, ada hari ketika garis pantai terlihat jauh lebih panjang. Kita tidak pernah menuduh laut pergi hanya karena air sedang surut. Tapi bahkan laut, sejauh apa pun ia mundur, selalu mempunyai caranya sendiri untuk kembali.
Ada sesuatu yang indah dari hal-hal yang tidak banyak menjelaskan dirinya.