Sunday, September 1, 2013

Sepenggal Lilin.

Kamu, lilin saat segala cahaya
Tak berani menampakkan diri
Membuatku mampu melihat diriku sendiri

Kamu, lilin ketika gelap begitu rakus
Menelan bayang-bayang
Membawa keluar ku dari lingkar angan-angan

Kamu, lilin menerangi ruang gelap
Menghapus jejak peluh, yang telah lama mengendap
Membangunkanku dari tidur yang lelap

Kamu, lilin memberi kehangatan
Saat dingin terus memaksa, menembus
Dinding badan, rapuh seperti rotan yang usang

Kamu, lilin menemaniku
Saat bintang-bintang mulai menjauhiku
Memindah sepi yang dulu menghuni hati

Kini, kamu di sini, di hati ini,
Lilin yang menjelma cahaya bunga malam
Menyinari jalan-jalan segala jiwa

No comments:

Post a Comment