dia si perempuan yang senang akan kejenuhannya memukul-mukul pahit kenyataan dalam sakitnya
kata-kata adalah sengatnya
lalu dilontarkan kemudian menjadi asa
aku tidak membencinya
tidak satu titik pun
tidak satu koma pun
namun dia membenciku
hingga relung jiwanya mengering
sampai tangannya mengepal geram
sampai ceritanya berubah jadi duri-duri tajam
sampai wajah cantiknya menjadi biru
sampai kulit halusnya menjadi ungu
aku kasihan
aku mau memegang tangannya lalu berkata mari kita pergi bermain mencari hujan
luka-luka dia lebih besar dari luka-luka aku
mungkin dia terlalu bersemangat bermain hingga terjatuh sampai darah dari lukanya ada di mana-mana
darahnya ada di sepatuku
ada di jam tangan coklatku
ada di kuku pucatku
ada di ujung-ujung rambutku yang rontok
ada di tuts-tuts keyboard laptopku
aku mau membersihkannya
boleh aku membersihkannya?
aku tidak membencinya
aku mengampuninya...
aku mengampuninya tanpa titik
aku mengampuninya tanpa koma
akumengampuninyatanpaspasi
aku mengampuninya...
aku mengampuninya seperti yang diajarkan padaku
mengampuni tanpa syarat
walau nanti aku luput dari pandangannya, cuma satu yang aku mau dia tau
hei, aku mengampunimu dan mengasihimu melebihi yang kamu kira
bunuh aku lalu lanjutkan hidupmu.
Showing posts with label Life. Show all posts
Showing posts with label Life. Show all posts
Tuesday, January 23, 2024
,
Sunday, May 5, 2013
,
Semenjak kuliah, waktu rasanya terasa begitu cepeeet, padahal gue nggak terlalu menikmati masa-masa awal kuliah ini. Kenapa ya? Sibuk, mungkin. Tapi seru juga, mungkin.
Kuliah beda banget sama masa-masa SD, SMP, SMA. Beda pisan atulah..
Ah, kangen kehidupan yang lama.
Kangen Grogol.
Kangen berangkat pagi-pagi, kepanasan di bus, badan rasanya mau rebahan aja di tempat tidur kalo berangkat sekolah; Kangen bangun pagi-pagi, keluar rumah sejuk, tapi matahari cerah; Kangen sore-sore diem di kamar, buka jendela, ada suara angin; Kangen pulang malem-malem, trus lari ngos-ngos-an gara-gara ketakutan larut banget sampe rumah, haha, kocak; Kangen ngeliat mimbar ijo di lapangan nan megah tiap hari;
Kangen MAN1.
Kangen pagi-pagi masuk kelas X2, XIIPA, XIIIPA, kangen suasana kelas, kangen suasana upacara, kangen masjid sekolah, kangen olahraga di lapangan diiringi teriakan-teriakan orang yang maen bola, kangen putih abu, kangen batik MAN1, kangen tempe mendoan mas Adit, kangen masakan enyak, kangen jalan rame-rame mau olahraga bareng temen sekelas di lapangan sama luar sekolah, kangen labkom, kangen siang-siang pulang sekolah rame-rame naik bus, kangen keujanan bareng pas lagi nunggu bus, kangen pulang malem-malem abis latihan paskib, kangen pushup bareng angkatan 09, kangen puncak, kangen guru-guru, kangen nginep bareng temen-temen, rumah Ami, rumah Uswa, rumah Nana, kangen kumpul di warung tante Noni bareng XI&XII IPA, kangen beli makanan di warnas bareng-bareng sekelas, kangen berangan-angan masuk UI bareng temen, kangen ikut TO SNMPTN di GOR Grogol, kangen pak Dasril, kangen ngeledekin Makhbub sekelas, kangen maen tebak-tebakan, kangen bukber angkatan, kangen semua.
Kangen MTsN11KJ.
Kangen pop ice depan sekolah, kangen maen buaya-buaya-an di kelas, kangen jajan di SD pas pulang sekolah, kangen naik angkot 06 ke Kalipasir, kangen ketawa-ketawa di angkot, kangen puncak, kangen intensif tiap hari dateng jam 3, kangen pramuka sama Alm. Pak Ali, kangen sholat berjama'ah tiap hari, kangen rumah Anah nginep, kangen kelas 7-4, 8-3, 9-3, Alm. Pak Ali, Bu Fatmawati, Bu Ida, kangen ruang multimedia, kangen UN, kangen ROHIS, kangen TO, kangen ruang guru, kangen deg-degan liat hasil ujian, kangen perpustakaan, kangen muhasabah di aula, kangen ngobrol-ngobrol pas pulang sekolah, kangen maen bola, kangen basket, kangen lapangan, kangen ke Mall nonton, kangen belajar kelompok, kangen Indomie mas Mo, kangen kantin, kangen ke koperasi, kangen semua.
Kangen SDPertiwi.
kangen jalan kaki pagi-pagi ke sekolah, kangen jajan es mambo, kangen maen petak umpet satu kelas, kangen nangis gara-gara ketinggalan bus pas kunjungan ke PEC, kangen didikte belajar pagi-pagi sambil jalan ke sekolah sama mamah, kangen maen di rumah bu Tati, kangen Hafiza, kangen lari-larian, kangen gedung coklat putih, kangen maen bulu tangkis di lapangan SD, kangen les sana-sini, kangen ikut lomba kemana-mana, kangen ruang kepsek, kangen bu Anis, bu Tati, pak Yusuf, semua.
Dafuq, enggak move on move on.
Labels:
Curhat,
Life,
momen,
Personal Note,
Senior High School,
Social Network,
Tears,
waktu
Monday, December 17, 2012
,
Pagi tadi aku terbangun dengan wajah sumringah. Ah, mimpi apa aku semalam. Yang aku ingat, aku hanya (sempat) memikirkan apa yang terjadi sama kamu setelah jauh dariku. Sepertinya kamu tak pernah lagi memunculkan namamu di layar handphoneku. Kamu tau, rindu macam apa yang sedang aku candu ini? Aku kecanduan, B! Aku kecanduan. Karna kamu. Kamu narkobaku! The sweetest drugs that I have ever.
Kamu apa kabar? Klasik. Tapi aku suka. Berulang kali kalimat itu yang pertama muncul dalam pikiranku ketika memikirkanmu. Kamu tau, aku sedang apa sekarang? Aku sedang belajar, B! Iya, belajar dari kesalahan. Kesalahan masa lalu yang pernah aku lakuin ke kamu dan mereka. Aku mencoba menjadi yang lebih baik. Seperti kata kamu. Aku harus bisa memperbaikinya dan menerima setiap resiko dari apa yang udah aku lakuin. Tapi nyatanya, nggak ada timbal balik dari yang aku lakuin, B. Kenapa ya? Apa Tuhan nggak mau maafin aku? Sebegitu parahkan kesalahanku? Aku hanya mencoba mencari yang terbaik. Walaupun aku tau, cara yang aku gunakan salah. Salah fatal. Jujur, aku tak pernah menyesal telah melakukannya. Karna dari kesalahan itu, aku bisa kenal kamu. :) My (lovely) kebeb. =))
Aku bisa deket sama kamu. Aku bisa tau, kalau di belantara Depok sana, ada seorang cowok yang kurus kerempeng kayak kamu! Hehe Ada seorang cowok yang bisa buat dunia aku jungkir balik. Ada seorang cowok yang bersedia menyanyikan beberapa lagu dengan gitar kesayangannya untukku. Yang selalu berbagi cerita padaku tentang apapun. Yang selalu menceritakan tentang dirinya, tanpa aku harus bertanya terlebih dahulu. Ah, banyak bek. Aku tak mampu menuliskannya satu persatu di blog ini tentang efeknya kamu hadir di hidupku. Jari-jariku lelah, bek. Lelah mengetik, menghapus, mengetik dan menghapusnya lagi setiap kali ingin mengirimkan sesuatu untukmu walaupun hanya sekedar say "Hey, bek!". Susah rasanya, bek. Ada jarak di antara kita. Jarak ini bukan tentang tempat. Tapi tentang rasa. Aku untukmu. Kamu untuknya.
Kamu tau nggak, bek? Aku udah berusaha sekuat mungkin untuk nggak memikirkan kamu. Men-stalk social media yang kamu punya. Untuk yang kedua itu, aku berhasil, bek. Aku berhasil. Tapi untuk yang pertama rasanya sulit. Mungkin bisa, tapi pasti akan lama. Rasanya seperti cabut rumput Taman Menteng sendirian. Iya, mungkin bisa. Tapi akan lama. Kamu tau? Kamu itu kayak maicih level 10! Udah tau pedes, tapi tetep aja dimakan sampai habis. Analogi yang masuk akal bukan? :')
Udahlah, bek. Aku capek. Kangenku selalu aja nggak terbalaskan. HAHAHAHAHAMIRISHAHAHA
NB: Aku menuliskan ini di tengah kuliah Fisika Dasar. Di saat konsentrasiku pecah karna kamu. :) Makasih ya :)
Kamu apa kabar? Klasik. Tapi aku suka. Berulang kali kalimat itu yang pertama muncul dalam pikiranku ketika memikirkanmu. Kamu tau, aku sedang apa sekarang? Aku sedang belajar, B! Iya, belajar dari kesalahan. Kesalahan masa lalu yang pernah aku lakuin ke kamu dan mereka. Aku mencoba menjadi yang lebih baik. Seperti kata kamu. Aku harus bisa memperbaikinya dan menerima setiap resiko dari apa yang udah aku lakuin. Tapi nyatanya, nggak ada timbal balik dari yang aku lakuin, B. Kenapa ya? Apa Tuhan nggak mau maafin aku? Sebegitu parahkan kesalahanku? Aku hanya mencoba mencari yang terbaik. Walaupun aku tau, cara yang aku gunakan salah. Salah fatal. Jujur, aku tak pernah menyesal telah melakukannya. Karna dari kesalahan itu, aku bisa kenal kamu. :) My (lovely) kebeb. =))
Aku bisa deket sama kamu. Aku bisa tau, kalau di belantara Depok sana, ada seorang cowok yang kurus kerempeng kayak kamu! Hehe Ada seorang cowok yang bisa buat dunia aku jungkir balik. Ada seorang cowok yang bersedia menyanyikan beberapa lagu dengan gitar kesayangannya untukku. Yang selalu berbagi cerita padaku tentang apapun. Yang selalu menceritakan tentang dirinya, tanpa aku harus bertanya terlebih dahulu. Ah, banyak bek. Aku tak mampu menuliskannya satu persatu di blog ini tentang efeknya kamu hadir di hidupku. Jari-jariku lelah, bek. Lelah mengetik, menghapus, mengetik dan menghapusnya lagi setiap kali ingin mengirimkan sesuatu untukmu walaupun hanya sekedar say "Hey, bek!". Susah rasanya, bek. Ada jarak di antara kita. Jarak ini bukan tentang tempat. Tapi tentang rasa. Aku untukmu. Kamu untuknya.
Kamu tau nggak, bek? Aku udah berusaha sekuat mungkin untuk nggak memikirkan kamu. Men-stalk social media yang kamu punya. Untuk yang kedua itu, aku berhasil, bek. Aku berhasil. Tapi untuk yang pertama rasanya sulit. Mungkin bisa, tapi pasti akan lama. Rasanya seperti cabut rumput Taman Menteng sendirian. Iya, mungkin bisa. Tapi akan lama. Kamu tau? Kamu itu kayak maicih level 10! Udah tau pedes, tapi tetep aja dimakan sampai habis. Analogi yang masuk akal bukan? :')
Udahlah, bek. Aku capek. Kangenku selalu aja nggak terbalaskan. HAHAHAHAHAMIRISHAHAHA
NB: Aku menuliskan ini di tengah kuliah Fisika Dasar. Di saat konsentrasiku pecah karna kamu. :) Makasih ya :)
Labels:
Inspiration,
Life,
Lover,
Uncategorized,
waktu
Saturday, December 1, 2012
,
Sudah tanggal 30 November, hari ini. Ini hari. Hari gue. Ah, sungguh opening yang aneh.
Well, selamat ulang tahun untuk gue. Umur gue makin bertambah, gue makin tua. HAHAHA!!
*disambit cermin, disuruh ngaca sama umur sendiri*
Baiklah, enam belas.. Enam belas, belas, belas......
Yak, ulang tahun kali ini bisa dibilang sederhana tapi menyenangkan untuk gue.
Ada surprise yang datang dua kali. Ya, DUA KALI. Yang pertama dari keluarga gue, tepat jam 12 lebih beberapa menit. Mereka bangun dan membawa cake untuk gue. Ketawa tiwi foto-foto sedikit, habis itu kami makan, ngobrol panjang lebar. Setelah (cukup) ngantuk, langsung tidur dan......
Gue bangun kesiangan.
Oh well, sungguh disiplin sekali gue ini -_________-"
Langsung buru-buru berangkat ke kampus, Mama dan Papa memberi selamat dan harapan-harapan mereka terhadap gue. Gak jauh-jauh dari "biar jadi anak yang soleh, sukses dan *uhuk* IP", sih..
*iya, untuk bagian 'IP' itu sensitif, jadi ada autosensornya supaya tulisannya mem-bold sendiri*
Lalu dikampus, gue mendapat surprise dari teman-teman terdekat gue di kampus. Seharian dari pagi sampai siang selalu ada yang memberi gue ucapan selamat DALAM BENTUK APAPUN (iya, memang harus capslock). Pretty simple, but it was enough to make me cry. Tears of happiness and joy :')
Lalu, ada kado-kado yang tidak 'wah' namun berarti juga untuk gue, seperti yang kalian akan baca di postingan bawah ini, birthday gift from my lovely, Zizi. And others!
And, yes, gue juga merasakan beberapa perubahan bahkan di hari pertama gue berumur 16.
Apa lagi ya? ...
*berpikir keras*
Ehm..
Kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Terima kasih sudah memberi saya sebuah kehidupan yang berlanjut hingga saat ini.
Saya sangat menyukai dan mensyukurinya.
Terima kasih telah memberi saya berbagai macam kesempatan untuk belajar, mencoba, gagal, mencoba terbang lalu jatuh dengan keras, dan berbagai macam kejadian lainnya bahkan untuk detail yang paling mikro.
Tuhan,
Saya bukanlah sesuatu di mata-Mu. Saya hanya nol koma nol nol nol nol nol nol satu dibanding sepuluh ribu juta. Sebutir pasir di padang gurun. Sebersit cahaya pada matahari. Namun saya tidak berhenti mengucap syukur, atas berkat, rahmat, somat, ahmat, baiklah Tuhan, saya bercanda. Boleh dong sekali-kali?
Mohon jangan dilaknat dulu, Tuhan. Saya mohon. Saya masih mau do'a..
Lanjut ya, Tuhan? Baiklah..
*30 menit kemudian*
Maaf ya, Tuhan, agak lama.. Tadi saya abis dapet surprise dari sepupu-sepupu dan adik saya. Ah, bahkan hingga akhir ini saya masih dapat senyum :)
Tuhan, saya tidak perlu bicara banyak, karena Engkau lah Yang Maha Mengetahui.
Tolong berikan saya segala prasangka baik dan pandangan yang luas, tolong bantu saya untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
Kepada Tuhan Yang Maha Esa,
Sekali lagi.. Terima kasih. Untuk semuanya, segala kesempatan, dan awal baru ini..
Karena di awal tahun keenam belas tahun di hidup saya ini, sungguh tidak ada keinginan lain dari saya selain menjadi bahagia dan membahagiakan orang-orang yang saya sayangi :)
...
*ketiduran*
....
Baiklah, itu saja dulu. Nanti kalau ada penambahan informasi, gue kabar-kabarin aja lagi ya. Jarkom bisa, kan? Ya bisa laaaaah~
*ngomong sama rumput yang bergoyang*
Well, jujur, gue tidak mengharapkan apa-apa untuk ulang tahun kali ini kecuali kebahagiaan dan kemampuan gue untuk melakukan perbaikan-perbaikan di kesalahan-kesalahan gue sebelumnya di masa lalu. Gue juga hanya ingin lebih bisa mensyukuri apapun yang gue miliki dan gue jalani, agar gue tidak menjadi orang yang mudah menghakimi. Intinya, gue ingin menjalani hidup dengan baik dan menyerap setiap unsur yang ada di dalamnya, agar gue walaupun tidak selalu menghasilkan yang terbaik, namun bisa belajar untuk menjadi lebih baik lagi :)
Well, I should've slept from hours ago, tapi ini buktinya masih browsing-browsing youtube dan chat dengan beberapa teman. Hayah :))
Ya sudahlah, markidur. Mari kita tidur. Good night, good readers. Yang bukan good readers, gak usah kesini-sini deh.
#eaaaaaaaaaaa
*masih nyindir*
*dilaknat Tuhan, "Katanya mau belajar jadi lebih baik lagi??!!"*
Iya maaf, Tuhan.. Saya khilaf.
May this year will be no tears and fear. Amen :)
Well, selamat ulang tahun untuk gue. Umur gue makin bertambah, gue makin tua. HAHAHA!!
*disambit cermin, disuruh ngaca sama umur sendiri*
Baiklah, enam belas.. Enam belas, belas, belas......
Yak, ulang tahun kali ini bisa dibilang sederhana tapi menyenangkan untuk gue.
Ada surprise yang datang dua kali. Ya, DUA KALI. Yang pertama dari keluarga gue, tepat jam 12 lebih beberapa menit. Mereka bangun dan membawa cake untuk gue. Ketawa tiwi foto-foto sedikit, habis itu kami makan, ngobrol panjang lebar. Setelah (cukup) ngantuk, langsung tidur dan......
Gue bangun kesiangan.
Oh well, sungguh disiplin sekali gue ini -_________-"
Langsung buru-buru berangkat ke kampus, Mama dan Papa memberi selamat dan harapan-harapan mereka terhadap gue. Gak jauh-jauh dari "biar jadi anak yang soleh, sukses dan *uhuk* IP", sih..
*iya, untuk bagian 'IP' itu sensitif, jadi ada autosensornya supaya tulisannya mem-bold sendiri*
Lalu dikampus, gue mendapat surprise dari teman-teman terdekat gue di kampus. Seharian dari pagi sampai siang selalu ada yang memberi gue ucapan selamat DALAM BENTUK APAPUN (iya, memang harus capslock). Pretty simple, but it was enough to make me cry. Tears of happiness and joy :')
Lalu, ada kado-kado yang tidak 'wah' namun berarti juga untuk gue, seperti yang kalian akan baca di postingan bawah ini, birthday gift from my lovely, Zizi. And others!
And, yes, gue juga merasakan beberapa perubahan bahkan di hari pertama gue berumur 16.
Apa lagi ya? ...
*berpikir keras*
Ehm..
Kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Terima kasih sudah memberi saya sebuah kehidupan yang berlanjut hingga saat ini.
Saya sangat menyukai dan mensyukurinya.
Terima kasih telah memberi saya berbagai macam kesempatan untuk belajar, mencoba, gagal, mencoba terbang lalu jatuh dengan keras, dan berbagai macam kejadian lainnya bahkan untuk detail yang paling mikro.
Tuhan,
Saya bukanlah sesuatu di mata-Mu. Saya hanya nol koma nol nol nol nol nol nol satu dibanding sepuluh ribu juta. Sebutir pasir di padang gurun. Sebersit cahaya pada matahari. Namun saya tidak berhenti mengucap syukur, atas berkat, rahmat, somat, ahmat, baiklah Tuhan, saya bercanda. Boleh dong sekali-kali?
Mohon jangan dilaknat dulu, Tuhan. Saya mohon. Saya masih mau do'a..
Lanjut ya, Tuhan? Baiklah..
*30 menit kemudian*
Maaf ya, Tuhan, agak lama.. Tadi saya abis dapet surprise dari sepupu-sepupu dan adik saya. Ah, bahkan hingga akhir ini saya masih dapat senyum :)
Tuhan, saya tidak perlu bicara banyak, karena Engkau lah Yang Maha Mengetahui.
Tolong berikan saya segala prasangka baik dan pandangan yang luas, tolong bantu saya untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
Kepada Tuhan Yang Maha Esa,
Sekali lagi.. Terima kasih. Untuk semuanya, segala kesempatan, dan awal baru ini..
Karena di awal tahun keenam belas tahun di hidup saya ini, sungguh tidak ada keinginan lain dari saya selain menjadi bahagia dan membahagiakan orang-orang yang saya sayangi :)
...
*ketiduran*
....
Baiklah, itu saja dulu. Nanti kalau ada penambahan informasi, gue kabar-kabarin aja lagi ya. Jarkom bisa, kan? Ya bisa laaaaah~
*ngomong sama rumput yang bergoyang*
Well, jujur, gue tidak mengharapkan apa-apa untuk ulang tahun kali ini kecuali kebahagiaan dan kemampuan gue untuk melakukan perbaikan-perbaikan di kesalahan-kesalahan gue sebelumnya di masa lalu. Gue juga hanya ingin lebih bisa mensyukuri apapun yang gue miliki dan gue jalani, agar gue tidak menjadi orang yang mudah menghakimi. Intinya, gue ingin menjalani hidup dengan baik dan menyerap setiap unsur yang ada di dalamnya, agar gue walaupun tidak selalu menghasilkan yang terbaik, namun bisa belajar untuk menjadi lebih baik lagi :)
Well, I should've slept from hours ago, tapi ini buktinya masih browsing-browsing youtube dan chat dengan beberapa teman. Hayah :))
Ya sudahlah, markidur. Mari kita tidur. Good night, good readers. Yang bukan good readers, gak usah kesini-sini deh.
#eaaaaaaaaaaa
*masih nyindir*
*dilaknat Tuhan, "Katanya mau belajar jadi lebih baik lagi??!!"*
Iya maaf, Tuhan.. Saya khilaf.
The birthday present from my Lovely Sister: A tote bag written "Tak kenal makanya kenalan dong" (cute, isn't it? Love it to the max), a blue sky necklace, and a pinky birdie brooch.
How can't I love her and all of her kindness? How can't I welcome her to my life with all of her shiny colorful rainbow? How can't I make her as my 'escape' whenever my monochrome side dominates me and my mind?
Dear God, she's just too precious. Please send every best thing that available in heaven to down here on earth, for her, for them, for us.
Yes, three of us.. :)
May this year will be no tears and fear. Amen :)
Sunday, November 4, 2012
,
Bagaimana perjalananmu? Kalau ada kata yang bisa menggambarkan perasaanku selain kata ' Rindu ' , aku akan dengan senang hati mengatakannya.
Seperti sudah lama aku berpisah denganmu, entah sejak kapan dimulai. Tapi kekosongan ini memang sudah aku ramalkan sebelumnya, jauh sebelum kamu benar-benar pergi. Aku lupa terakhir kali menyapamu dengan kalimat apa, oh...sepertinya ucapan permintaan maaf dan terima kasih.
Bagaimana dengan langit kita? Apakah masih sama warnanya? Atau malah kebalikannya? Senjamu indah seperti semua senjaku, kah?
Bagaimana dengan bumi yang kita pijak? Tanahnya sama seperti yang sedang kutatap, bukan? Grafitasinya bersumber dari satu titik, bukan?
Aku memang tak pernah jauh darimu, selama bulatan bumi belum membelah diri, aku masih tetap ada di dekatmu.
Bagaimana dengan hati? Dengan ruang yang sudah mulai terisi? Dengan masa lalu yang ditarik kembali? Dengan kesempatan yang tidak akan pernah kumiliki?
Jarak tubuh kita ternyata masih belum seberapa dibandingkan dengan jarak gumpalan kecil bernama ' Hati ' .
Source: Metamorfosa
Seperti sudah lama aku berpisah denganmu, entah sejak kapan dimulai. Tapi kekosongan ini memang sudah aku ramalkan sebelumnya, jauh sebelum kamu benar-benar pergi. Aku lupa terakhir kali menyapamu dengan kalimat apa, oh...sepertinya ucapan permintaan maaf dan terima kasih.
Bagaimana dengan langit kita? Apakah masih sama warnanya? Atau malah kebalikannya? Senjamu indah seperti semua senjaku, kah?
Bagaimana dengan bumi yang kita pijak? Tanahnya sama seperti yang sedang kutatap, bukan? Grafitasinya bersumber dari satu titik, bukan?
Aku memang tak pernah jauh darimu, selama bulatan bumi belum membelah diri, aku masih tetap ada di dekatmu.
Bagaimana dengan hati? Dengan ruang yang sudah mulai terisi? Dengan masa lalu yang ditarik kembali? Dengan kesempatan yang tidak akan pernah kumiliki?
Jarak tubuh kita ternyata masih belum seberapa dibandingkan dengan jarak gumpalan kecil bernama ' Hati ' .
Source: Metamorfosa