Showing posts with label Tears. Show all posts
Showing posts with label Tears. Show all posts

Sunday, May 5, 2013

,
Semenjak kuliah, waktu rasanya terasa begitu cepeeet, padahal gue nggak terlalu menikmati masa-masa awal kuliah ini. Kenapa ya? Sibuk, mungkin. Tapi seru juga, mungkin.

Kuliah beda banget sama masa-masa SD, SMP, SMA. Beda pisan atulah..
Ah, kangen kehidupan yang lama.

Kangen Grogol.
Kangen berangkat pagi-pagi, kepanasan di bus, badan rasanya mau rebahan aja di tempat tidur kalo berangkat sekolah; Kangen bangun pagi-pagi, keluar rumah sejuk, tapi matahari cerah; Kangen sore-sore diem di kamar, buka jendela, ada suara angin; Kangen pulang malem-malem, trus lari ngos-ngos-an gara-gara ketakutan larut banget sampe rumah, haha, kocak; Kangen ngeliat mimbar ijo di lapangan nan megah tiap hari;

Kangen MAN1.
Kangen pagi-pagi masuk kelas X2, XIIPA, XIIIPA, kangen suasana kelas, kangen suasana upacara, kangen masjid sekolah, kangen olahraga di lapangan diiringi teriakan-teriakan orang yang maen bola, kangen putih abu, kangen batik MAN1, kangen tempe mendoan mas Adit, kangen masakan enyak, kangen jalan rame-rame mau olahraga bareng temen sekelas di lapangan sama luar sekolah, kangen labkom, kangen siang-siang pulang sekolah rame-rame naik bus, kangen keujanan bareng pas lagi nunggu bus, kangen pulang malem-malem abis latihan paskib, kangen pushup bareng angkatan 09, kangen puncak, kangen guru-guru, kangen nginep bareng temen-temen, rumah Ami, rumah Uswa, rumah Nana, kangen kumpul di warung tante Noni bareng XI&XII IPA, kangen beli makanan di warnas bareng-bareng sekelas, kangen berangan-angan masuk UI bareng temen, kangen ikut TO SNMPTN di GOR Grogol, kangen pak Dasril, kangen ngeledekin Makhbub sekelas, kangen maen tebak-tebakan, kangen bukber angkatan, kangen semua.

Kangen MTsN11KJ.
Kangen pop ice depan sekolah, kangen maen buaya-buaya-an di kelas, kangen jajan di SD pas pulang sekolah, kangen naik angkot 06 ke Kalipasir, kangen ketawa-ketawa di angkot, kangen puncak, kangen intensif tiap hari dateng jam 3, kangen pramuka sama Alm. Pak Ali, kangen sholat berjama'ah tiap hari, kangen rumah Anah nginep, kangen kelas 7-4, 8-3, 9-3, Alm. Pak Ali, Bu Fatmawati, Bu Ida, kangen ruang multimedia, kangen UN, kangen ROHIS, kangen TO, kangen ruang guru, kangen deg-degan liat hasil ujian, kangen perpustakaan, kangen muhasabah di aula, kangen ngobrol-ngobrol pas pulang sekolah, kangen maen bola, kangen basket, kangen lapangan, kangen ke Mall nonton, kangen belajar kelompok, kangen Indomie mas Mo, kangen kantin, kangen ke koperasi, kangen semua.

Kangen SDPertiwi.
kangen jalan kaki pagi-pagi ke sekolah, kangen jajan es mambo, kangen maen petak umpet satu kelas, kangen nangis gara-gara ketinggalan bus pas kunjungan ke PEC, kangen didikte belajar pagi-pagi sambil jalan ke sekolah sama mamah, kangen maen di rumah bu Tati, kangen Hafiza, kangen lari-larian, kangen gedung coklat putih, kangen maen bulu tangkis di lapangan SD, kangen les sana-sini, kangen ikut lomba kemana-mana, kangen ruang kepsek, kangen bu Anis, bu Tati, pak Yusuf,  semua.

Dafuq, enggak move on move on.

Saturday, February 23, 2013

,
Hey, blog kesayangan aku yang paling-paling..

Maaf ya, mampir nengokin kamu cuma buat diajak curhat doang :( Tapi emang cuma kamu tempat curhat yang paling nyaman yang pernah aku temuin. Buat aku, kamu tuh hidup. Seperti manusia. Kamu itu bernafas, berkembang. Satu yang bikin kamu beda dari sifat manusia kebanyakan, kamu tuh selalu ada, blog. Kapanpun dan di manapun. Kamu selalu ada buat aku. Nggak peduli, aku nengokin kamu cuma buat numpang buang "sampah" doang. Iya, sampah. Kali ini aku pengen buang sampah di sini, blog. Gapapa kan? Kamu keberatan nggak? :') Semoga enggak ya..

Apa? Oh ini, iya aku nangis, blog. Maaf ya..  Hehe Padahal aku udah janji buat sebisa apapun nahan diri untuk nggak nangis. Iya aku minta maaf ya :) Tapi, kamu kan tau aku tuh manusia biasa. Aku berhak untuk sebuah tangisan hari ini. Entahlah, sudah berapa kali mataku menurunkan hujannya di pipiku. Rasanya kamu pasti tau kan, blog? Sakit? Pasti. Aku nggak bisa nahannya lagi. Aku tau, di suatu tempat yang baru itu pasti akan ada masanya di mana masalah datang berdatangann. Nggak mungkin akan berjalan mulus kan? Dan iya, ini masalah pertama yang aku temui semenjak September lalu aku berada di sini. Aku nggak tau, aku harus cerita semuanya di sini atau enggak. Atau justru hanya intinya saja. Menurut kamu gimana, blog? Kalau aku cerita semuanya di sini, kira-kira bakal bikin kamu bosen nggak ya? Semoga enggak deh..

Jadi gini, aku punya pacar. Kamu tau lah siapa pacar aku. Dan dia punya kembaran. Kamu juga taulah siapa. Mereka punya sahabat. Kamu juga taulah siapa. Dan aku... pantes nggak sih, aku beberin semua cerita di sini? :( Aku takut blog. Aku takut justru bakalan muncul masalah baru yang lebih rumit di banding ini.. :(( Intinya sejak hari itu, aku ngerasa semuanya berubah. Semuanya semu. Semuanya hitam. Semuanya ngebingungin. Aku ngerasa sendiri. Bahkan untuk cerita ke orang lain tentang hal ini pun, aku ragu! Aku ragu mereka bungkam. Aku ragu mereka ngerti. Aku ragu mereka... Aku nggak tau siapa yang bisa aku percaya selain kamu :(





Makasih, blog atas waktunya. Atas kertasnya. Atas semuanya. Kamu bener. Aku cuma bisa diem tanpa tahu harus berbuat apa. Kamu bener. Aku emang selalu nyimpen dan nyelesaiannya sendiri. Kalo ini yang terbaik buat masalah aku, kenapa nggak? Yakan, blog? :') Toh aku emang suka segala sesuatu yang menggantung. Terutama masalah. Di banding harus berkoar di luar sana tapi nggak ada bukti? Berkoar tanpa mencoba mencari tahu kebenarannya? Berkoar dengan emosi? Itu jauh lebih buruk.

Wednesday, December 5, 2012

,

Pagi tadi cukup cerah sekali dan aku tentu saja terbangun. Ya, seperti hari-hari sebelumnya selalu kusempatkan melihat layar handphone untuk mengetahui apakah kamu sudah nyerah untuk berlama-lama pergi. Ternyata kamu belum juga menyerah atau mungkin tidak akan menyerah.
Rutinitas pagi ini membuatku tersadar ternyata aku belum juga beranjak. Aku belum juga beranjak. Aku masih di tempat yang sama saat terakhir kali kamu berlalu begitu saja, di tempat yang sama, dengan jumlah cinta yang sama, dengan rindu yang kian menumpuk. 
Entah sudah berapa jauh langkahmu kini dari tempatku. Sudah sangat jauh kufikir. 
Tiap kali untuk mencoba beranjak entah rasanya seperti hatiku yang tertinggal. Aku masih betah di tempat ini. Aku masih menyukai mencium sisa-sisa parfummu yang tertinggal. Aku masih menyukai mengingat sisa senyummu. Aku masih menyukai tempat ini.
Aku belum juga mau beranjak. Aku masih ingin di tempat ini, dalam perasaan yang sama…. menunggumu untuk sekedar datang.



Saturday, August 11, 2012

,





Dear Blue..

kemarin malam aku sempat sekarat oleh rindu tak berkesudahan.

berharap hari ini atau malam ini menimbun kekuatanku bertemu denganmu.

jangan kabur dalam ragu.

mari bertemu di sudut mana pun kala rindu semakin ingin kumuntahkan.

ini sudah lebih dari seminggu mata kita kosong oleh makna rindu.

aku sebenarnya tak peduli kamu merindu atau apa lah sekarang.

yang jelas, aku mantab merapal kesekian bait rasa kangen yang sudah hhhh lama sekali ini.

kamu di mana?

hampir tenggelam di muara kekecewaan dan putus asa menunggu di dekat titik dudukmu.

atau kali ini kamu bercinta bersama perasaanmu yang lain mengagumi entah siapa.

ah, ingin marah pada matahari yang panasnya melebihi kegundahanku menunggumu di sini.

titik dudukmu itu masih kosong.

mengunyah rasa pahit di lidah yang kelu beku memaksa menyebut namamu. aku tidak tahu namamu.

siapa kamu? di mana kamu?

ini rasanya rindu tak karuan karena terjepit rasa ingin tahu dan kekesalan menunggu dan menertawakan kebodohanku sendiri.

iiihhh.. kamu itu apa rasanya saat kusentuh. saat kubelai rambutmu yang gontai berterbangan. saat aku meneliti matamu yang membuat hatiku bergolak. ah.. kamu pasti nikmat...

senikmat aku galau oleh rasa sakit menahan rindu.

tubuhku basah oleh hentakan gelombang pasang ditambah angin malam yang menangisi keberadaanmu.

aku muntahkan saja rindu ini ketika semesta merestui pertemuan kita.

...

Dear, Blue..

sampai jumpa..

Tuesday, July 31, 2012

,
Pernah ngerasain yang namanya rasa sesak yang amat sangat  dalam sampai lo gak bisa nafas? Gue pernah. Tepatnya sekarang. Pernah ngerasain yang namanya kesel sama diri lo sendiri sampai lo gegulingan gak jelas di atas kasur saking keselnya? Gue pernah. Tepatnya sejam yang lalu. Pernah ngerasain yang namanya takut ketauan kalau salah satu rahasia lo terbongkar? Gue pernah. Tepatnya hari ini.


Pagi tadi, gue terbangun dengan sebuah senyuman. Sebuah kebahagiaan yang tak terduga karna ada satu orang lelaki yang menunggu gue bangun dari tidur. Lelaki itu.. Mengirimkan sebuah pesan singkat melalui WhatsApp yang meminta gue untuk menghubunginya begitu gue terbangun. Gak ada satu firasat buruk apapun apa yang bakal terjadi antara kami berdua ketika gue bangun. Karna pada malam sebelumnya gue sama dia masih seperti biasa. Bergurau bersama. Melewati malam-malam dengan mata terbuka. Berbagi cerita, canda tawa, serta beradu ego masing-masing.


Hey! Dia lagi telpon gue!! Gue harus jawab apa? Gue harus bicara apa sama dia masalah..... Oh nooooo!! Omaygaaaaad.. *pingsan*

10.14
Okey lanjut lagi kenapa gue mau nulis blog ini. Pulsa dia abis :D Thanks Allah, I know You'll give me the best away :')


Am shocking with his question this morning :( Yaap something about.. I-can't-tell-here-about-his-question-anyway :') Pokoknya speechleeeeeees bangeeeeeettttt.. Pernah ngerasain yang namanya badan lo gemetar ketika lo bangun tidur bukan karna cuaca. Tapi karna sebuah pertanyaan??? Pernah ngerasain yang namanya jantung lo berdegup kencang ketika di tuding sama sebuah pertanyaan yang lo sendiri gak tau mau jawab apa? Okey, gue rasa yang pertanyaan kedua gue ini, kalian semua pernah ngerasainnya. Alright? Tapi pertanyaan ini datang di saat lo baru membuka mata lo dari kantuk yang amat berlebihan. Bahkan nyawa lo pun belum ke kumpul!! Think again.


Gue tau ini semua salah gue. Gue ngecoba main api yang bahkan gue sendiri gak akan (pernah) sanggup buat matiinnya. Tapi akhirnya gue sadar satu hal, semua akan baik-baik saja seperti sedia kala. Seperti sebelum gue mengenal mereka. C'mon ucapkan itu dalam hati dan pikiran.. 'Its gonna be alright" :')