Sunday, September 1, 2013

,
This is about a lovely one
When I was in darkest tunnel
As the rain falling pouring my head
Came in to my life
 
I just quited from my game
Mending all the broken and messy
Whispered with courtesy
Said this the new page of  history
 
Like one in a million stars
Light my path with the truth
Doubtful fadeaway since the words said
Made the storm gone by smiles
 
Walking me through the new hope
Showed the naturalof  love
That could resonate happiness
Take me away from all the bereftness
,
Kamu, lilin saat segala cahaya
Tak berani menampakkan diri
Membuatku mampu melihat diriku sendiri

Kamu, lilin ketika gelap begitu rakus
Menelan bayang-bayang
Membawa keluar ku dari lingkar angan-angan

Kamu, lilin menerangi ruang gelap
Menghapus jejak peluh, yang telah lama mengendap
Membangunkanku dari tidur yang lelap

Kamu, lilin memberi kehangatan
Saat dingin terus memaksa, menembus
Dinding badan, rapuh seperti rotan yang usang

Kamu, lilin menemaniku
Saat bintang-bintang mulai menjauhiku
Memindah sepi yang dulu menghuni hati

Kini, kamu di sini, di hati ini,
Lilin yang menjelma cahaya bunga malam
Menyinari jalan-jalan segala jiwa

Wednesday, May 15, 2013

,
And here we go!

Wah, udah lama banget ya nggak ngepost di sini. Padahal pada postingan sebelumnya, gue berjanji untuk sesering mungkin ngepost di sini. Well, tugas seabrek-abrek dan UTS telah menyita banyak waktu gue hingga gue lupa akan keberadaan blog ini. Tolong dimaafkan ya :') Namanya juga manusia yang tak pernah luput dari kesalahan~ UWOWOWO~ #toyorself

Kali ini.... enaknya cerita tentang apa ya? Hah? Apa? Tentang dia-yang-tak-boleh-disebut-namanya? Um..
Baiklah..

Jadi, pada suatu hari... Tentang dia-yang-tak-boleh-disebut-namanya memang selalu menjadi topik yang menyenangkan untuk diposting. Entahlah, mungkin karna kenangan itu hidup kembali saat ini. Jadi, gini..
Gue nggak tau, kenapa perasaan 'nyes' selalu hadir ketika gue ngeliat username dia nongol di Timeline twitter gue. Kalian tau perasaan 'nyes' yang gue maksud itu? Iya, perasaan hela nafas sambil dalam hati lo bilang "Dia muncul..." Aneh ya? Haha

Mungkin seperti yang gue posting sebelumnya juga, jarak yang terbentang antara gue dan dia-yang-tak-boleh-disebut-namanya itu terjadi secara mendadak. Tanpa rencana, tanpa prediksi, dan tanpa himbauan. Wait? Himbauan? Lo pikir TMCPoldaMetro --" Maaf garing ya. Iya.

Semuanya emang gue sengaja buat menggantung. Enggak, gue lagi nggak gantung baju atau anak orang kok. Suwer! *pose 2 jari bentuk v*

Hei, kamu-yang-tak-boleh-disebut-namanya apa kabar? Bagaimana kabarnya? Kabar kalian? Baiklah, sepertinya kalian baik-baik saja dan semakin serasi kulihat (mungkin). Tolong maafkan aku, yang lagi-lagi mengingatnya. Bukan, bukan mengingat kamu. Aku bahkan sudah lupa denganmu. Kamu sudah kulupakan. Sungguh. Mungkin. Aku hanya rindu pada kenangan yang pernah kita buat dulu. Masih mengingatnya? Bila tidak, izinkan aku membantu memulihkan kembali ingatanmu. Toh, aku tahu. Kamu tidak mungkin membaca blogku ini. Kamu terlalu sibuk dengan duniamu dan melupakan aku yang menderita sendirian karna mengingatnya. Kamu jahat. Terlalu jahat menurutku.

Kita dulu sering menghabiskan jam lewat tengah malam dengan obrolan absurd melalui handphone. Masih mengingatnya? Baiklah, sini aku bantu untuk mengingatnya. Mungkin terhitung sejak kita berjarak, kepalamu terbentur sesuatu sehingga kau tak bisa mengingatnya dan hanya aku yang dibiarkan untuk mengingat serta mengenangnya. Semesta jahat ya, kamu-yang-tak-boleh-disebut-namanya. Lewat obrolan absurd tersebut, aku sadar satu hal. Kamu adalah makhluk terbawel yang pernah aku kenal! Ha. Kerjaan kamu tuh nyerocos terus. Mungkin, karna kamu tahu kalau aku tidak banyak omong di telfon, jadi kamu yang memecahkan kesunyian bila itu kerap terjadi. Banyak hal yang kamu ceritakan, sehingga aku bisa begitu mengenalmu dalam waktu sesingkat itu. Mungkin aneh, kita tidak pernah bertatap muka sebelumnya, tapi kita sudah akrab seperti sudah lama kenal.

Kamu sudah kulupakan. Tapi, aku tidak benar-benar melupakan momen itu. Ingatanku seakan dipaksa untuk kembali tahun 2010 itu. Momen di mana kita saling bernyanyi. Kamu yang bermain gitar, dan aku yang mendengarkan bahkan sesekali ikut bernyanyi bersamamu. Aku hanyut, kamu-yang-tak-boleh-disebut-namanya ke dalam lagu-lagu yang kamu mainkan untukku. Saat itu, aku belum sadar bahwa aku (sepertinya) telah jatuh hati kepadamu. Kita menganggap hubungan ini sebagai persahabatan, mengubah ulat menjadi kupu-kupu #nyanyik

Tapi kini, aku sadar sesadar-sadarnya orang sadar, aku jatuh hati. Mungkin benar kata orang, harus terlebih dahulu merasa kehilangan untuk tahu seberapa penting orang tersebut untuk kita. Ah, aku nggak tahu persis bagaimana kata-katanya. Pokoknya kayak gitu deh. Udah. Itu aja yang pengen aku ceritain ke kamu. Selebihnya, kita do'akan saja agar ingatanmu membaik :) Dah! *lanjut kerjain fisika*

Sunday, May 5, 2013

,
Semenjak kuliah, waktu rasanya terasa begitu cepeeet, padahal gue nggak terlalu menikmati masa-masa awal kuliah ini. Kenapa ya? Sibuk, mungkin. Tapi seru juga, mungkin.

Kuliah beda banget sama masa-masa SD, SMP, SMA. Beda pisan atulah..
Ah, kangen kehidupan yang lama.

Kangen Grogol.
Kangen berangkat pagi-pagi, kepanasan di bus, badan rasanya mau rebahan aja di tempat tidur kalo berangkat sekolah; Kangen bangun pagi-pagi, keluar rumah sejuk, tapi matahari cerah; Kangen sore-sore diem di kamar, buka jendela, ada suara angin; Kangen pulang malem-malem, trus lari ngos-ngos-an gara-gara ketakutan larut banget sampe rumah, haha, kocak; Kangen ngeliat mimbar ijo di lapangan nan megah tiap hari;

Kangen MAN1.
Kangen pagi-pagi masuk kelas X2, XIIPA, XIIIPA, kangen suasana kelas, kangen suasana upacara, kangen masjid sekolah, kangen olahraga di lapangan diiringi teriakan-teriakan orang yang maen bola, kangen putih abu, kangen batik MAN1, kangen tempe mendoan mas Adit, kangen masakan enyak, kangen jalan rame-rame mau olahraga bareng temen sekelas di lapangan sama luar sekolah, kangen labkom, kangen siang-siang pulang sekolah rame-rame naik bus, kangen keujanan bareng pas lagi nunggu bus, kangen pulang malem-malem abis latihan paskib, kangen pushup bareng angkatan 09, kangen puncak, kangen guru-guru, kangen nginep bareng temen-temen, rumah Ami, rumah Uswa, rumah Nana, kangen kumpul di warung tante Noni bareng XI&XII IPA, kangen beli makanan di warnas bareng-bareng sekelas, kangen berangan-angan masuk UI bareng temen, kangen ikut TO SNMPTN di GOR Grogol, kangen pak Dasril, kangen ngeledekin Makhbub sekelas, kangen maen tebak-tebakan, kangen bukber angkatan, kangen semua.

Kangen MTsN11KJ.
Kangen pop ice depan sekolah, kangen maen buaya-buaya-an di kelas, kangen jajan di SD pas pulang sekolah, kangen naik angkot 06 ke Kalipasir, kangen ketawa-ketawa di angkot, kangen puncak, kangen intensif tiap hari dateng jam 3, kangen pramuka sama Alm. Pak Ali, kangen sholat berjama'ah tiap hari, kangen rumah Anah nginep, kangen kelas 7-4, 8-3, 9-3, Alm. Pak Ali, Bu Fatmawati, Bu Ida, kangen ruang multimedia, kangen UN, kangen ROHIS, kangen TO, kangen ruang guru, kangen deg-degan liat hasil ujian, kangen perpustakaan, kangen muhasabah di aula, kangen ngobrol-ngobrol pas pulang sekolah, kangen maen bola, kangen basket, kangen lapangan, kangen ke Mall nonton, kangen belajar kelompok, kangen Indomie mas Mo, kangen kantin, kangen ke koperasi, kangen semua.

Kangen SDPertiwi.
kangen jalan kaki pagi-pagi ke sekolah, kangen jajan es mambo, kangen maen petak umpet satu kelas, kangen nangis gara-gara ketinggalan bus pas kunjungan ke PEC, kangen didikte belajar pagi-pagi sambil jalan ke sekolah sama mamah, kangen maen di rumah bu Tati, kangen Hafiza, kangen lari-larian, kangen gedung coklat putih, kangen maen bulu tangkis di lapangan SD, kangen les sana-sini, kangen ikut lomba kemana-mana, kangen ruang kepsek, kangen bu Anis, bu Tati, pak Yusuf,  semua.

Dafuq, enggak move on move on.

Saturday, May 4, 2013

,

Aku hanya tau bahwa aku menyukaimu
Menyukai waktu yang kuhamburkan untuk memperhatikanmu
Menyukai wangi parfume originalmu 
Menyukai sorot matamu yang tersenyum untukku
Menyukai hela nafas letihmu
Menyukaimu yang selalu menuntut nama pada diri kita
Aku tidak tahu apakah semua itu adalah kesalahan
Atau kepingan puzzle kehidupan yang menyempurnakan rasaku

Hingga pada akhirnya Aku merasakan sesuatu yang beda
Ini bukan lagi rasa biasa yang kumiliki
Ini bukan lagi hal yang masih bisa aku hindari
Tapi ini beda, jelas beda
Sampai aku tak bisa memprediksikan 'ada apa'

Tidakkah kau sadari sikapku selama ini?
Tidakkah kau pahami tingkahku padamu?
Tidakkah kau merasakan apa yang aku rasakan untukmu?
Mungkin untukmu, Aku ini hanya kepingan puzzel
Kepingan yang tak dapat menyatu di hatimu


I could never predict the future to us
 But to this time, you're mine

Thursday, February 28, 2013

,

Kita bukanlah sesuatu yang bergerak di jalan yang tidak berliku.
Aku tidak sedang menjalani hubungan yang tidak pernah tersandung batu.
Pun aku tidak pernah menjanjikan kamu itu.

Tanpa kita sadari, kita pernah saling menyakiti.
Suatu saat pun mungkin,
akan terjadi lagi.
Ketika aku mulai bertingkah begitu menyebalkan,
dan kamu terlalu lelah untuk memperhatikan.

Seiyanya,
kumohon tetaplah bertahan.

Jika terjadi lagi, lagi, dan lagi.
Mungkin saat itu kita hanya sedikit lupa,
pada ribuan langkah di setiap jalan yang telah kita lewati.
Pada ratusan gelak tawa dan isak tangis yang aku bagi, dengan kamu.
Dan pada setiap memori yang kita patri,
pada benak yang saling memenuhi.

Jika terjadi lagi, lagi, dan lagi.
Ingatkan aku tentang janji, yang pernah bersama kita maknai.
Ingatkan aku tentang hati, yang telah pernah kurengkuh penuh arti.
Ingatkan aku tentang seberapa banyak tawa yang dibagi,
bukan tentang sebanyak apa tangis yang terbuang.

Jika terjadi lagi, lagi, dan lagi.
Jika cinta kembali merubahku menjadi sosok yang egois,
ingatkan aku tentang kamu yang tak pernah mempunyai niat untuk membuatku menangis.
Karena cinta pernah menjadikan aku traumatis,
aku tidak mau kamu menjadi hal yang sama persis.

Aku pun ingin memberi rasa yang tanpa tendensi,
tak ubahnya pemberian matahari kepada bumi.

Maka jika terjadi lagi, lagi, dan lagi.
Jika kembali tanpa kita sadari, kita saling menyakiti,
ingatkan aku tentang sajak ini.
Ingatkan aku tentang aku memikirkan kamu sambil menulis ini.

Dan bacalah lagi,
karena mungkin kita hanya sedikit lupa, bahwa kita adalah bersama.

Saturday, February 23, 2013

,
Hey, blog kesayangan aku yang paling-paling..

Maaf ya, mampir nengokin kamu cuma buat diajak curhat doang :( Tapi emang cuma kamu tempat curhat yang paling nyaman yang pernah aku temuin. Buat aku, kamu tuh hidup. Seperti manusia. Kamu itu bernafas, berkembang. Satu yang bikin kamu beda dari sifat manusia kebanyakan, kamu tuh selalu ada, blog. Kapanpun dan di manapun. Kamu selalu ada buat aku. Nggak peduli, aku nengokin kamu cuma buat numpang buang "sampah" doang. Iya, sampah. Kali ini aku pengen buang sampah di sini, blog. Gapapa kan? Kamu keberatan nggak? :') Semoga enggak ya..

Apa? Oh ini, iya aku nangis, blog. Maaf ya..  Hehe Padahal aku udah janji buat sebisa apapun nahan diri untuk nggak nangis. Iya aku minta maaf ya :) Tapi, kamu kan tau aku tuh manusia biasa. Aku berhak untuk sebuah tangisan hari ini. Entahlah, sudah berapa kali mataku menurunkan hujannya di pipiku. Rasanya kamu pasti tau kan, blog? Sakit? Pasti. Aku nggak bisa nahannya lagi. Aku tau, di suatu tempat yang baru itu pasti akan ada masanya di mana masalah datang berdatangann. Nggak mungkin akan berjalan mulus kan? Dan iya, ini masalah pertama yang aku temui semenjak September lalu aku berada di sini. Aku nggak tau, aku harus cerita semuanya di sini atau enggak. Atau justru hanya intinya saja. Menurut kamu gimana, blog? Kalau aku cerita semuanya di sini, kira-kira bakal bikin kamu bosen nggak ya? Semoga enggak deh..

Jadi gini, aku punya pacar. Kamu tau lah siapa pacar aku. Dan dia punya kembaran. Kamu juga taulah siapa. Mereka punya sahabat. Kamu juga taulah siapa. Dan aku... pantes nggak sih, aku beberin semua cerita di sini? :( Aku takut blog. Aku takut justru bakalan muncul masalah baru yang lebih rumit di banding ini.. :(( Intinya sejak hari itu, aku ngerasa semuanya berubah. Semuanya semu. Semuanya hitam. Semuanya ngebingungin. Aku ngerasa sendiri. Bahkan untuk cerita ke orang lain tentang hal ini pun, aku ragu! Aku ragu mereka bungkam. Aku ragu mereka ngerti. Aku ragu mereka... Aku nggak tau siapa yang bisa aku percaya selain kamu :(





Makasih, blog atas waktunya. Atas kertasnya. Atas semuanya. Kamu bener. Aku cuma bisa diem tanpa tahu harus berbuat apa. Kamu bener. Aku emang selalu nyimpen dan nyelesaiannya sendiri. Kalo ini yang terbaik buat masalah aku, kenapa nggak? Yakan, blog? :') Toh aku emang suka segala sesuatu yang menggantung. Terutama masalah. Di banding harus berkoar di luar sana tapi nggak ada bukti? Berkoar tanpa mencoba mencari tahu kebenarannya? Berkoar dengan emosi? Itu jauh lebih buruk.

Friday, February 8, 2013

,
Aku yang berdiam diri, tapi dengan tujuan
Engkau yang melakukan, tapi dengan paksaan
Matamu kecil menghinaku
Ya, itulah kehidupan

Aku bukanlah robot
Dan kau menyerupai robot
Kita berbeda
Walau berbentuk sama

Engkau dulu hidup dalam hidupku
Sendiri engkau membangunnya
Diam. Lalu? Kau mau apa?
Kau hidupku. Kau menggrakkanku

Kini kau congkak. Hingga nyaris kau membunuhku
Aku yang berdiam diri, tapi dengan tujuan
Hingga nyaris kau membunuhku

Aku diam di sepanjang hari
Kau melirik tajam di sore hari
Aku tetap diam.
Aku yang berdiam diri, tapi dengan tujuan.

Hingga akhirnya.
Aku murka,
Aku mengoyakmu
Aku membunuhmu
Inilah tujuan hidupku dalam diam
Membunuhmu perlahan
Membunuhmu dalam lengah
Membunuhmu, di sudut senja itu.

Saturday, February 2, 2013

,
I think music will always accompany me in every situations.
Not just because I'm very fond of some singers, but I just love the way its feels when you listen to music. Hard to explain, I know, but I think there is a feeling  hidden in every song. When I tried to listen to it, hear the lyrics, and imagine how it feels if we are the one who come through it ourselves, it seems like I can feel their feelings when they wrote down the song.

This is a few of my favorite lyrics, and I never get bored with it!

Take a look at me now
There's just an empty space
But to wait for you is all I can do
And that's what I got to face...
Phil Collins - Against All Odds

When he holds you close, when he pulls you near 
When he says the words you've been needing to hear 
I'll wish I was him 'cause those words are mine 
Bon Jovi - Always 

And I can't stop thinking about
About the way my life would be
No, I can't stop thinking about
How could you love me then leave
And I can't get you outta my mind
God knows how hard I tried
Toni Braxton - Breathe Again

Nights in white satin,
Never reaching the end
Letters I've written,
Never meaning to send
The Moody Blues - Nights In White Satin

Something in the way she knows,
And all I have to do is think of her
Something in the things she shows me
I don't want to leave her now
You know I believe and how
The Beatles - Something 

In my life there's been heartache and pain
I don't know if I can face it again
Cant stop now, Ive traveled so far
To change this lonely life
Foreigners - I Want To Know What Love Is

And this is my favorite one...

When you can see your unborn children in her eyes 
You know you really love a woman
Bryan Adams - Have You Really Loved a Woman 


Is it?


Love,


Friday, February 1, 2013

,
Hallooooooooooooh semuanyaaaaaah!!
Yang di ujung sana sehaaaaaaat? Yaksip skip bae.

Ehm ehmm.. *benerin kacamata*
Udah lama banget yak gue nggak ngepost di sini? Haha *liat-liatin postingan jadul*
Ejigileeeee gue galau banget ternyata yak :)) Oke jadi gini, kenapa gue nggak pernah atau bisa dibilang jarang banget ngepost di sini, itu karna gue punya blog baru. Yep, gue bikin blog baru itu di Wordpress. Nih dia linknya: niasanny.wordpress.com #eaa #teteup #promosi #berasa #instagramabuser #kalok #nulis #pakek #hashtag #ginik #digaplok

Gue nggak tau mau nulis apa di sini. Apa yang harus gue tuang dalam blog yang udah berdebu ini. Eh, belom berdebu juga sih.. Masih banyak pengunjung yang mampir ternyata :p

Kalian apa kabar? Orang-orang yang pernah berada di masa lalu gue. Baik itu gendernya perempuan maupun lelaki. Baik itu masa lalu yang bahagia, sedih, ngakak, lucuk, terharu, dan lain sebagainya. Gue nggak pernah benci sama masa lalu gue. Yang gue sesalin cuma... kenapa gue selalu bisa mengingat semuanya secara detail? Kalian tau kan, yang namanya masa lalu itu pasti bisa bikin kita nangis setiap kali mengingatnya? Dan itu yang gue rasain sekarang. Dan lagi-lagi gue cuma bisa curhat di blog. Tempat yang menurut gue, ya tempat curhatan ternyaman yang pernah gue temuin. Ya walaupun, blog sendiri nggak bisa kasih saran apapun sama gue. Terkadang, gue cuma butuh pendengar bukan penasehat. Dan terkadang juga gue harus merasa tertampar sama pernyataan gue barusan. Ngerti nggak? Enggak ya? Sama.

Gue. Di sini. Duduk termenung mengingatnya sambil nulis postingan ini. Tenang tenang, air mata gue belom netes kok. He he he tapi hampir..

Hm, besok ya? Ha ha entahlah gue berani atau enggak. Tapi kata kakak gue sih, ya mau nggak mau, suka nggak suka, takut nggak takut, gue mesti dateng. Toh, ini emang salah gue. Manusia tuh nggak pernah luput dari kesalahan ya? Persis kayak gue. Gue nggak mau mengklaim siapapun di sini. Gue sendiri bingung, besok mesti gimana dan ngapain. Ngomong apa dan... ya gitu deh.

Gue seperti kehilangan kemampuan bercerita secara bebas, like I used to. Salah satu bagian diri favorit gue menghilang. Ada banyak kata yang tersimpan di kepala dan kemudian sulit untuk ditransformasikan dalam sebuah bentuk tulisan. Bukan tulisan yang bagus yang gue kejar, tetapi kepuasan tersendiri karena gue telah berbagi kepenatan dalam kepala gue.


Just like what I wrote in here years ago.. For me, writing is sharing.

Dan secara perlahan blog ini pun sekedar blog basa-basi yang ditengok sesekali. Sedih. Ini seharusnya menjadi 'rumah', tempat 'gue' pulang dan bisa menjadi diri gue sendiri. Tetapi justru gue tidak bisa menjadi jujur dan apa adanya. Karena mungkin hidup tidak lagi untuk diri sendiri dan seringkali yang kita perbuat bisa berpengaruh bagi kehidupan orang lain. Entah harus dimulai darimana, tapi ada baiknya kalau gue kembali menulis di sini. Mencoba menjadi bebas dan lepas seperti dahulu kala. Awalnya mungkin berantakan. Tapi yasudahlah, siapa yang peduli juga? :)













PS: Curhat banget yak isinya?